I Can’t See Your Heart [FanFic]

Cast : Arioka Daiki, Yamada Ryosuke, Nakajima Yuto, Chinen Yuri

Daiki no Diary….

Hari itu adalah hari ke-2 kami nikmati liburan musim panas. Aku, Arioka Daiki, saat ini adalah siswa kelas 3 SMA. Aku memiliki teman dekat, Ryosuke, Yuto, dan Chinen, yang semuanya masih duduk di bangku kelas 1 SMA.

Hari ini, kami akan pergi ke Onsen yang berada 10 km dari kota kami. Setelah dilakukan diskusi selama 6 hari, kami memutuskan untuk menginap di Onsen tersebut, yang harganya di bawah standar. Maklum… Kami hanya siswa SMA biasa.

Ryosuke : “Dai-chan! Bangun! Kita sampai…”

Daiki : “Hmmh…. Aku kan baru tertidur 5 menit….”

Yuto : “Terus mau tidur sampai kapan?”

Daiki : “Ah… Ya, deh…”

Ryosuke : “Nih, tasmu! Ayo turun!”

Daiki : “Thanks…”

Kami pun turun dari bus. Chinen yang sejak dari perjalanan diam, akhirnya mulai bicara.

Chinen : “Tunggu… Kalian yakin mau ke sini?”

Yuto : “Yup! Kita menginap di sini… ‘kan harganya lebih murah…”

Chinen : “Tapi… Kaa-san bilang, onsen ini campuran… Banyak nenek-nenek yang datang ke sini…”

Ryosuke : “Wah… Jangan-jangan…”

Chinen : “Aku ‘gak begitu!”

Daiki : “Hus! Jangan aneh-aneh ah!”

Yuto : “Udahlah… Kita have fun aja…”

Tanpa kami sadari, seseorang datang menghampiri kami. Aku sempat kehabisan kata-kata. Gadis itu tomboy, bisa dikatakan berantakan, tapi yang aku lihat, dia manis.

Saki : “Kenapa di sini? Masuk dong…”

Ryosuke : “Eh? Ya… Kami…”

Yuto: “Mau menginap juga?”

Saki : “‘gak… Aku tinggal di sini kok… Duluan, ya…”

Gadis itu pergi. Aku sempat terdiam cukup lama, sampai akhirnya teman-temanku menarikku ke dalam.

Yuto : “Cewek itu aneh…”

Ryosuke : “Berantakan maksudmu?”

Yuto : “Begitulah…”

Chinen : “Tapi sebenarnya dia manis… Coba kalau rapi sedikit…”

Daiki : “Huft…”

Tidak terasa kami sudah 2 hari di penginapan ini. Kami sering bertemu dengan gadis berantakan itu, yang belakangan diketahui bernama Saki. Ternyata dia tidak seperti yang kami bayangkan. Orangnya baik, meskipun kadang-kadang ‘gak bisa diam juga… Tapi yang ku tahu, dia masih sama dalam pandanganku. Kalau boleh aku ingin lebih mengenalnya, tapi kelihatannya dia tidak terlalu suka bergaul denganku. Mungkin karena aku lebih sering diam (di matanya).

Daiki : “Yuto di mana?”

Ryosuke : “‘Gak tahu tuh… Tadi sih sama Chinen, tapi Chinen udah di kamar.”

Daiki : “Keluar sebentar ya…”

Ryosuke : “Oke deh…”

Siang itu aku asik jalan-jalan di halaman penginapan onsen itu. Ternyata ada sekitar 15 nenek-nenek yang asik berlalu-lalang dengan langkahnya yang agak berat. Mungkin mereka senang udara di sini. Pemandangannya juga bagus. Tapi jujur, agak terganggu dengan ‘pemandangan’ yang lewat… :p

Setelah asik berkeliling, lagi-lagi… Ya, Tuhan… Gadis itu lagi. Tapi hari ini rambutnya terurai. Rambut hitamnya ia biarkan jatuh melalui bahunya. Ku rasa dia lebih terlihat manis hari ini, tapi bajunya yang berantakan pun masih tetap ia kenakan.

Daiki : “Ah… Hai… ^^”

Saki : “Eh?… Pagi… Aku pergi dulu.”

Tuh ‘kan… Lagi-lagi… Aku susah sekali mengenalnya. Kami cuma menginap 3 hari di sini. Itu artinya, besok aku akan kembali ke kotaku. Ya ampun… Aku sudah gila… Kenapa jadi senang melihat gadis berantakan itu sih?

Yuto : “Dai-Chan… Tasukete…”

Daiki : “Eh? Nani?”

Yuto : “Aku ‘gak sengaja salah masuk kamar… Kamar kita yang mana sih?”

Daiki : “Ke sana… Terus kenapa begitu?”

Yuto : “Ada yang kejar aku… Ah? Ja na!”

Daiki : “Ya ampun… dikejar nenek-nenek?”

Dasar si Yuto itu… Jarang sekali aku melihatnya diam. Tapi itulah asyiknya. Kadang aku selalu dihiburnya setiap kali aku sedih. Dia tahu bagaimana mengembalikan suasana hati dan mencairkannya. Chinen dengan tingkah anak kecilnya, kadang membuatku gemas. Sedangkan Ryosuke yang kadang serius, kadang sama tidak bisa diamnya dengan Yuto. Mereka sejoli yang hebat. Aku senang dikelilingi mereka. Ah ya, aku lupa dengan Saki. Apa dia mau mendengarkan aku?

Chinen : “Kamu lagi jatuh cinta ya?”

Daiki : “Eh? Kata siapa?”

Chinen : “Ryosuke bilang begitu”

Ryosuke : “Terlihat… Dari kemarin aku perhatikan, pandanganmu beda waktu lihat cewek itu…”

Yuto : “Dai-Chan jatuh cinta? Hebat! ^^”

Daiki : “Ah… Urusai…”

Aku malas kalau mereka begini. Suka meledek, tapi simpati juga. Tapi jujur, aku jadi merasa senang. Memang benar, mereka paling tahu apa yang aku rasakan saat ini. Mungkin aku bodoh, dalam waktu 2 hari aku bisa memiliki perasaan begini. Cinta pada pandangan pertama? Mungkin juga.

Esok paginya, aku sempat melihat bayangan diriku di depan kaca. Apa aku bisa mendekatinya kali ini? Huft… Akan kucoba… Aku sengaja memakai baju asal yang sedikit berantakan. Aku harap, kami bisa terlihat sama. Agak risih sih… Tapi aku ingin terlihat sesuai dengannya, Saki yang membuatku gila.

Ryosuke dan yang lain bingung melihat tingkahku. Aku bilang pada mereka, ini usahaku yang terakhir. Kalau gagal, aku memang bukan untuknya. Ah… Cinta remaja yang menyusahkan…

Tapi apa yang terjadi, sungguh di luar pikiranku. Saat aku akan keluar kamar, seorang gadis datang dengan dress birunya yang sepanjang lutut dan rambut terurai rapi melewati bahu. Ya Tuhan… Dia cantik sekali…

Daiki : “Saki?”

Saki : “Daiki? Kenapa… Bajumu…”

Ryosuke : “Ah… Wakatta… Kalian sama-sama merubah penampilan ya…”

Yuto : “Cinta itu menyusahkan… Benar ‘kan Chinen? ^^”

Chinen : “Hu-um! Omedetoo na, Dai-Chan… ^^”

Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka. Saki yang aku suka ternyata juga merubah penampilannya agar bisa sesuai denganku. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Ini yang aku inginkan dan semoga tetap seperti ini. Ternyata dibalik ‘kesialan’ kami yang satu Onsen dengan nenek-nenek, ada hal yang bisa membuat kami tersenyum senang. Teman-temanku, gadis itu, dan kehidupanku…

Daiki : “Baka…”

Arigatou na… Saki-Chan… ^^

~FIN~